APIRMINTA JAGAT PRAMUDITA

 

 

Perkenalkan nama saya Pande Putu Narada Satyatma dari kelas TI-43-10. Kali ini aku akan membagikan pengalamanku mengenai charity. Sebelumnya aku akan menjelaskan apa itu charity dan pentingnya charity. Charity merupakan sebuah kegiatan amal yang biasa dilakukan oleh orang – orang maupun sebuah organisasi charity merupakan salah satu bentuk kepedulian atau sebuah wujud rasa berbagi antar sesama. Kegiatan amal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, biasanya berupa uang maupun benda. Kegiatan amal yang umum dilakukan di masyarakat biasanya berupa kotak amal maupun kunjungan ke tempat – tempat sosial. Kegiatan ini biasa dilaksanakan oleh anak remaja hingga orang dewasa. Pada dasarnya kegiatan ini berlandaskan dengan keinginan tulus untuk beramal dan murni untuk berbagi dengan sesama.

Pandemi Covid-19 sangat memukul berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia, terutama sektor ekonomi. Di masa pandemi ini mendapatkan uangpun sudah sangat sulit. Kebanyakan masyarakat sekarang hanya bisa untuk mengisi  perutnya saja, mengisi perut pun sudah sangat sulit. Hampir ditutupnya seluruh sektor pekerjaan memberi dampak ke jumlah pengangguran. Banyak sekali pegawai yang dirumahkan dari pegawai industry kreatif hingga pegawai kantoran mereka smeua terdampak oleh pandemic ini. Di masa pandemic ini munculla gerakan gerakan sosial dari berbagai kalangan yang memiliki tujuan untuk saling berbagi dan saling menguatkan satu sama lain. Charity sangat sering dilakukan di masa masa seperti ini contoh charity yang biasa dilakukan pada masa masa seperti ini adalah bagi bagi sembako, bagi – bagi uang tunai hingga berbagi nasi bungkus. Kegiatan positif inilahyang membuat berbagai lapisan masyarakat dapat bertahan di masa masa sulit seperti ini.

Legion 2019 memberikan saya kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan beramal di masa pandemic covid-19 ini. Saya berkesempatan untuk berbagi dengan sesame pada hari minggu ini di sekitaran lapangan renon, Denpasar, Bali. Saya kemudian bertemu dengan Ibu Wayan Remi yang berprofesi sebagai petugas kebersihan kota Denpasar. Petugas Kebersihan kerap direndahkan dan dipandang sebelah mata oleh berbagai orang, padahal petugas petugas inilah yang paling berjasa dalam menjaga kebersihan linkungang di kota Denpasar. Di Masa pandemic seperti ini bahkan hingga seorang petugas kebersihan pun terdampak wabah ini. Masa masa ini petugas petugas kebersihan pun hingga mencari sampingan untuk makan karena dampak wabah ini. Di masa seperti inilah saya sangat bersyukur karena masih bisa diberikan kesehatan dan masih bisa makan. Sebagai anak muda saya sangat miris dengan pandangan serta stigma buruk yang di dapatkan oleh petugas kebersihan. Masih banyak yang tidak menghargai profesi yang satu ini. Saya sendiri sangat menghargai mereka karena mereklah kota saya dapat terlihat indah dan bersih. Bayangkan saja bila taka da mereka, maka kota ini jelas akan berantakan. Petugas petugas inilah yang ada di garda terdepan dalam membersihkan di lingkungan kota. Saya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang lebih menghargai pekerjaan mereka dengan minimal tidak membuang sampah dengan sembarangan. Di kesempatan ini juga saya sempat berbincang dengan ibu Wayan Remi, beliau mengatakan situasi saat ini sangat menyusahkan dan bahkan untuk makan pun sulit. Ketika saya menyerahkan bingkisan nasi kepada ibu Remi, ibu Remi tampak sangat bahagia. Disini saya percaya bahwa kebahagiaan itu dapat menular, melihat senyum ibu Remi ketika saya berbagi sangat memotivasi saya untuk dapat berbagi lebih banyak. Di kesempatan kedua, saya bertemu dengan Pak Widianto, yang juga bekerja sebagai petugas kebersihan. Pak Widianto biasa berkeliling menggunakan motornya dari siang hingga sore menjelang malam. Bapakpun berkata demikian bahwa pandemic ini sangat berdampak baginya. Urusan perutlah yang nomer satu saat ini, dengan menipisnya pendapatan namun harga barang tidak pernah turun drastic Pak Widianto harus bekerja ekstra dan lebih memutar otak agar dapat bertahan di situasi seperti ini. Pak Widianto sangat berterimkasih dan berharap pandemic ini cepat berakhir dan semua menjadi normal. Dalam kegiatan charity ini saya sangat bersyukur karena dapat berbagi dengan sesama tanpa ada maksud lain. Kegiatan ini saya dokumentasi bukan sebagai ajang pamer dan pada saat dokumentasi sayapun sudah meminta izin kepada yang bersangkutan. Bingkisan yang saya berikan kali ini mungkin nilainya tak seberapa, saya hanya meberikan sebungkus nasi dan sebotol air mineral. Namun dalam bingkisan tersebut besar harapan saya bahwa mereka tidak putus asa dan semangat dalam menghadapi pandemic kali ini.  Kegiatan Charity yang saya lakukan pada hari minggu ini menggunakan dana dari hasil penjualan kelompok pandega saya.

Pada Legion kali ini saya dan kelompok saya mendapat kesempatan untuk berkreasi di bidang bisnis, dimana kami harus berjualan dengan kreatif untuk meraih untung sebanyak mungkin. Pada kesempatan ini kami memutuskan untuk berjualan masker. Kami berjualan masker karena, masker merupakan produk yang setiap hari kita gunakan sudah layaknya seperti baju. Masker merupakan alat protocol kesehatan yang penting di masa pandemi kali ini bahkan jika tak mengenakan masker kita dapat dikenakan denda. Sebelumnya kami mengadakan rapat untuk menentukan arah bisnis dan membuat kanvas bisnis agar struktur bisnis kami terlihat jelas. Pada kesempatan kali ini juga kami bisa mengenal lebih dekat serta melakukan ajang tukar pikiran demi kesuksesan kelompok pandega. Kesempatan ini juga membuat kami bisa mengeksplor ide ide setiap anggota pandega dan mengembangkan kreatifitasnya. Pada prosesnya memang tak berjalan mulus, kami melakukan berbagai keasalahan kesalahan, namun dengan bimbingan kakak – kakak kami dapat menyelesaikan masalah serta tantangan yang kami miliki. Pada saat penjualan memang ada sedikit kendala karena pembeli banyak yang diluar kota bandung dan pada akhirnya kami menerapkan sistem ongkir ditanggung pembeli. Penjualan kami lakukan secara dominan menggunakan sosial media dan shopee. Kelompok saya mendapatkan hasil yang bisa dibilang lumayan banyak. Disini saya mendapat pelajaran yang belum tentu akan didapatkan ditempat lain dan saya berharap masih banyak lagi ilmu yang akan kami terima kedepannya. Hasilnya pun kami gunakan untuk charity dimana ini merupakan bentuk sosial kami kepada masyarakat dan gerakan mendukung satu sama lainnya teruma dalam masa pandemic seperti ini. Dari rangkaian acara ini sangat banyak nilai nilai  serta pelajaran yang saya dapatkan. Pengalaman berbisnis yang saya dapatkan tidaklah sedikit bahkan kelompok kecil kamipun dapat mendapat keuntungan yang bisa dibilang lumayan besar. Di kesempatan kali ini pula saya menikmati proses prosesnya mulai dari awal kelompok masih menyusun ide hingga akhirnya kami bisa berbagi denga sesama. Charity ini juga mengajarkan saya berbagi dengan satu sama lainnya. Charity ini juga memberikan saya kesempatan untuk turun langsung ke jalanan dan mengetahu kondisi masyarakat yang sesungguhnya pada masa yang sulit seperti ini. Saya harap pandemi covid-19 ini cepat berakhir.        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Opening 1 LEGION